Minggu, 03 Oktober 2010

ABouT Daddy

Tanggal 22 febuari 2010, saat itu saya lagi koass dibagian neurologi dan saya mendapat giliran untuk jaga di RS Ibnu Sina selama 1 hari full dan tidak pulang. Keesokan harinya seperti biasa sebagai koass saya harus memfolow up pasien, tetapi pagi itu perasaanku agak lain dari biasanya. Lalu telpon berbunyi seakan jantungku mau copot ada apa Ibuku tayang menelponku pagi2, padahal biasanya bapak yang suka menelponku pagi2. Kemudian kuangkat dan ibuku berkata , “Sabar nak sekarang bapak tidak sadar, ini lagi dalam perjalanan menuju rumah sakit akademis”. Ya ALLAH apa yang terjadi YA ALLAH, mengapa dipagi ini Engkau menusuk keras batinku, saya langsung ke kamar mengambil barang-barangku, dan menyetir mobil menuju ke Rs Akademis. Ditengah jalan perasaanku campur aduk, tanganku dingin dan tubuhku gemetaran, dalam hati berkata “Ya Allah jangan sekarang Engkau memanggilnya, aku masih butuh beliau YA ALLAH, saya banyak dosa dan belum sempat minta maaf sama beliau (sambil menangis)”. Setelah sampai diakademis saya langsung ke UGD, dan tak berapa lama mobil datang, saat itu perawat beserta dokter UGD langsung bergegas mengambil tempat baring untuk bapak dan langsung dibawa kedalam. Hatiku kacau sekali , karena saya juga pembacaan referat pada hari yang sama. Saya langsung menelpon seniorku dan meminta ijin untuk tidak datang, dan menelpon temanku yang ada di RS Ibnu Sina untuk meminta ijin kepada dokter. Saya masuk kedalam dan ibu dan adik2ku menangis, tetapi akina adikku berpikir kenapa tidak cek gula darahnya? Setelah di cek, astagfirullah cuman 40 mg/dl. Tak berapa lama perawat menyuntik dekstrose untuk menaikkan kadar gula darahnya. Alhadullillah setelah bapak sadar, saya disuruh ibu untuk tetap pergi pembacaan di WS, mau tidak mau harus pergi walaupun hatiku sangat kacau balau, belum lagi referat yang tak kunjung diacc oleh pembimbing, tambah kacau perasaanku. Setelah selesai dengan semua urusan yang ada, saya kembali ke akedemis, ternyata bapak udah pindah di ICU, 2-3 hari di ICU, ternyata prof Syakib sdh mengatakan bapak udah bisa pindah di Kamar perawatan. Tetapi malamnya masuk lagi ke ICU,karena kata beliau ada infark dijantungnya. Waktu itu dr. ato yang menangani semuanya. Setelah pindah di ICU, kami keluarga bertanya apa sebenarnya penyulit penyakit bapak, saat itu saya belum masuk interna jadi belum tahu banyak soal kencing manis, apa komplikasinya, karena memang bapak menderita kencing manis sudah lama.memang aku rutin tiap pagi mengecek gula darah dan tekanan darah beliau, tetapi saat beliau tidak sadar, saya lagi bertugas dirumah sakit. Saya ingat dr. ato memanggil ibu dan berbicara dengannya, dalam hati bertanya apa yang mereka bicarakan? Lalu saya dan adik2 berinisiatif melihat status bapak, ternyata dia didiagnosis DM TIPE II NON OBESE , CKD STAGE V, saat itu dadaku kembali gemetaran, penyakit apalagi ini YA ALLAH?, setelah rapat tim mengambil keputusan untuk HD(Hemodialisa), ibu, saya dan saudariku terguncang mendengarnya, apa tidak ada cara lain?. Pikiranku saat itu adalah membawa bapak ke Singapore memberitahu kepada ibu, tetapi kata ibu tim tidak mengijinkan. Saat itu saya dan saudariku kembali bertanya, atas dasar apa?mengapa mereka tidak mengijinkan? Ternyata alasannya karena KUnya kurang baik. Setelah berberapa kali di HD, tim menyarankan bapak untuk dipindahkan ke RS.Wahidin karena peralatannya lebih lengkap dan bisa dipantau oleh asisten interna. Alhamdulillah saat itu ujian dineuro selesai, dan saya pindah koass di Anak minggu 1, saya suka melarikan diri dari dinas dan jaga karena pikiran tercurahkan kebapak. Tiap mau di HD saya pasti lari dari jam dinas saya dianak, mungkin saat itu perasaan teman minggu saya jengkel akibat kekalasian saya, malah saya mau diturun minggu sama residen jaga, tetapi maaf kan saya salah karena saya tidak minta ijin, seandainya saja kalian ada diposisi saya? bagaimana perasaan kalian?
5 hari koass dianak, Jumat tanggal 19 Maret 2010 jam 14.05 WITA diruang HD bapak meninggal . Ibu saya , saudariku langsung nangis yang tak terbendung lagi, saya sdh tidak mempedulikan sapa2 dan berjalan menuju ambulans, dijalan saya melihat banyak supervisor, residen, dan koas2 yang mengantar bapak sampai ruang jenasah, ALHAMDULILLAH banget karena bapak sudah cukup tersiksa waktu hidup didunia, rasanya ibu, saya dan saudaraku ikhlas dengan kepergian bapak yang tersenyum saat beliau meninggal. Keesokan harinya bapak disholati lalu dimakamkan dipanaikang, dan jalannya sangat mudah, Terima Kasih Ya ALLAH, Kami sekeluarga ikhlas dengan kepergiannya. Setelah bapak selesai dimakamkan, ada dalam pikiranku untuk mundur dari koass anak, rasanya saya tak sanggup, tetapi dengan nasehat ibu dan saudara2ku saya bisa maju koas, dan alhamdulillah saya sudah berhasil melewatinya..
Hari ini 19 September 2010 tak terasa sudah 6 bulan bapak meninggal, dari lubuk hatiku saya hanya bisa mendoakan beliau yang sudah tenang disana, karena hanya doalah yang membuat ibu, aku dan saudariku dekat dengan almarhum…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar